Selain menangkap pelaku, polisi turut menyita sepeda motor milik korban yang digunakan Asep untuk melarikan diri dari lokasi kejadian.
"Setelah membunuh korban, pelaku menggunakan sepeda motor korban untuk kabur. Sekarang sepeda motornya sudah kami amankan sebagai barang bukti," kata dia.
Dalam pemeriksaan intensif, Asep mengakui telah menghabisi nyawa korban dengan hantaman stik baseball berbahan kayu tepat di bagian kepala. Pelaku bahkan sempat berencana menghilangkan jejak dengan mengubur jasad korban di area peternakan, namun niat tersebut urung dilakukan karena didera kepanikan.
"Bahkan pelaku sempat berniat untuk mengubur korban di belakang mes peternakan. Tapi karena panik, pelaku langsung kabur setelah membunuh korban," kata dia.
AKBP A Alexander Yurikho mengungkapkan bahwa motif pembunuhan bermula saat pelaku menerima kiriman video yang memperlihatkan korban sedang bersama pria lain.
"Pelaku mendapat dua kiriman video, istri sirinya yakni Imas tengah makan di sebuah cafe bersama pria lain. Saat malam hari, pelaku tidak bisa tidur karena cemburu buta, sehingga merencanakan pembunuhan," ujar dia.
Rencana tersebut disusun secara matang. Asep bahkan meminta dua rekannya di peternakan untuk menggali lubang sedalam satu meter dengan dalih untuk pembuatan septic tank.
"Lubang itu rencananya untuk mengubur jenazah korban setelah dibunuh. Tapi kepada temannya pelaku beralasan jika lubang itu untuk septictank, supaya mereka tidak curiga," kata dia.
Pada Jumat (28/8), Asep memancing korban untuk datang ke mes dengan alasan meminta bantuan memasak dan mencuci pakaian. Konfrontasi Asep kepada korban pun kemudian dia lancarkan.