Bulan Purnama November juga dikenal dengan sebutan Beaver Moon. Nama tersebut berasal dari tradisi masyarakat adat Amerika Utara yang mengaitkannya dengan periode pemasangan perangkap berang-berang sebelum rawa dan sungai membeku saat musim dingin.
Fenomena ini adalah Supermoon kedua dari tiga Supermoon yang terjadi sepanjang 2026. Meski disebut Supermoon, perbedaan ukuran Bulan dengan Bulan Purnama biasa relatif kecil. Namun, fenomena ini tetap menarik untuk diamati dan diabadikan melalui fotografi langit malam.
Sehari setelah Supermoon, giliran planet Uranus yang menjadi perhatian. Pada 25 November, Uranus akan mencapai posisi oposisi. Oposisi terjadi ketika sebuah planet berada berseberangan dengan Matahari jika dilihat dari Bumi. Dalam konfigurasi ini, Bumi berada di antara Matahari dan planet tersebut.
Saat oposisi, Uranus berada pada jarak yang relatif dekat dengan Bumi dibandingkan waktu lainnya dalam satu tahun. Planet ini juga mendapatkan pencahayaan Matahari secara penuh dari sudut pandang pengamat di Bumi.
Kondisi tersebut membuat Uranus mencapai kecerlangan terbaiknya sepanjang tahun dan dapat diamati sepanjang malam. Namun, karena jaraknya yang sangat jauh dari Bumi, Uranus hanya akan tampak sebagai titik kecil berwarna biru kehijauan. Pengamatan menggunakan teleskop menjadi pilihan yang lebih baik untuk mengenali planet tersebut.
Dengan berbagai fenomena tersebut, November 2026 menjadi bulan yang menarik bagi pencinta astronomi. Hujan meteor, perubahan fase Bulan, hingga posisi planet-planet menawarkan kesempatan untuk mengamati dinamika benda langit sepanjang bulan.
Untuk mendapatkan hasil pengamatan yang optimal, pilih lokasi dengan langit terbuka, minim polusi cahaya, dan perhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan pengamatan.