Selain menjadi sarana edukasi budaya, lanjut Watini, festival ini dimanfaatkan sebagai wadah pemberdayaan ekonomi lokal. Melalui kegiatan tersebut, UMKM binaan Kecamatan Tebet dan perajin batik setempat memperoleh ruang promosi dan pemasaran untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.

Watini menambahkan, Festival Batik Tebet 2026 dimeriahkan berbagai kegiatan edukatif dan interaktif, di antaranya membatik bersama menggunakan kain batik harmonis sepanjang 10 meter yang melibatkan ibu-ibu PKK, dan lomba mewarnai batik bagi 50 anak pendidikan anak usia dini (PAUD).

"Ada juga lomba membatik yang diikuti 40 peserta dari PKK tingkat kecamatan dan kelurahan," ucapnya.

Tidak hanya itu, kata Watini, festival ini juga menghadirkan bazar UMKM dan BUMN Showcase yang menampilkan 40 stan produk unggulan khas Kecamatan Tebet.

"Tentunya kesuksesan Festival Batik Tebet 2026 ini tidak lepas dari dukungan penuh berbagai pihak, mulai dari CSR, pengusaha, instansi terkait, hingga warga Kecamatan Tebet. Acara ini menjadi bukti nyata implementasi arahan pimpinan mengenai prinsip komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi," ucapnya.