NADIKABAR.COM — Film Jangan Lupa Bahagia mulai tayang serentak di bioskop Indonesia mulai besok, 10 September 2026. Film karya sineas asal Makassar, Andi Burhamzah ini akan menghadirkan kisah dari sudut pandang anak sulung.
Gala premiere film ini telah digelar pada Selasa (8/9) Cinema XXI Mall Panakkukang, Makassar. Selain pemain dan crew, gala premiere tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tokoh, di antaranya Wali Kota Makassar Munafri "Appi" Arifuddin dan Ketua DPRD Sulawesi Selatan Andi Rachmatika Dewi yang akrab disapa Cicu.
Pemutaran film dimulai sekitar pukul 16.30 Wita. Beragam respons penonton terlihat selama pemutaran film, mulai dari tertawa, menangis hingga kembali tertawa. Antusiasme penonton juga terlihat ketika sejumlah adegan mengundang reaksi spontan dari dalam studio.
"Jangan Lupa Bahagia" sendiri rilis setelah 4 tahun pasca produksi. Diketahui, film ini digarap dan rampung pada tahun 2022 silam.
Alghifahri Jasin, pemeran tokoh utama bernama Ulla, mengaku bahagia akhirnya dapat menyaksikan film tersebut bersama penonton setelah menunggu selama 4 tahun. Ia juga mengapresiasi antusiasme para tamu undangan dan awak media yang hadir dalam gala premiere.
"Tentu ini adalah sesuatu yang membahagiakan. Empat tahun ditunggu film ini. Melihat antusias teman-teman media yang datang, tamu-tamu undangan yang memberi semangatlah kepada kami untuk bisa berkarya lagi," kata Alghifahri Jasin kepada NadiKabar setelah gala premiere, Selasa (8/9/2026).
Ia pun berharap film Jangan Lupa Bahagia dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Selain itu, ia berharap film tersebut dapat bertahan lama di layar bioskop dan menjangkau lebih banyak penonton.
"Tentu kami berharap semoga bisa diterima di tengah-tengah masyarakatlah. Sekali lagi terimakasih kepada teman-teman yang sudah hadir hari ini semoga dalam pelayaran film ini 10 September bisa panjanglah pelayarannya di bioskop," lanjutnya.
Algi mengaku, setelah empat tahun sejak proses produksi, dirinya baru pertama kali menyaksikan film tersebut secara utuh saat gala premiere. Ia pun kembali merasakan berbagai emosi ketika menyaksikan film Jangan Lupa Bahagia.
"Saya juga melihat tadi, 'Wah, kasihan sekali ya (Ulla).' Saya pun juga, terus terang, agak-agak lupa dengan cerita utuhnya seperti apa. Saya juga menahan diri untuk tidak tergoda membuka skrip lagi untuk melihatnya, karena saya juga ingin melihat langsung visualnya seperti apa." pungkasnya
Reaksi positif pun disampaikan para penonton seusai pemutaran film. Salah satunya datang dari Ardi, yang mengaku terpukau dengan cara film tersebut mengemas jalan ceritanya.
"Jujur ada plot twistnya di belakang di ending film, terus suka ka dengan ada kayak sisi-sisi kehidupan yang bagus untuk dipetik dari film ini. Jujur sedihnya dapat dan apalagi komedinya kan kita tahu mi to Tumming Abu bagaimana lucunya," kata Ardi kepada NadiKabar, Selasa (8/9).
Ardi pun merekomendasikan film Jangan Lupa Bahagia untuk masyarakat di Makassar maupun di luar Makassar. Menurutnya, film tersebut sangat menarik dan layak untuk disaksikan.
"Rekomendasi banget ka buat warga Makassar maupun di luar Kota Makassar. Ini film keren banget, worth it banget kita nonton," lanjutnya.
Film drama komedi keluarga karya Andi Burhamzah yang ditulis oleh Tumming, Abu, dan Chairul Rizal Juanda ini mengangkat kisah pengorbanan Ulla sebagai anak sulung setelah ayahnya meninggal secara mendadak. Ia harus memikirkan kebutuhan keluarga, termasuk kedua adiknya, Imma (Jasmin Risach) dan Ikbal (M Aqif Difullah).
Sebelum kepergian sang ayah, kehidupan mereka memang serba pas-pasan karena ayahnya hanya bekerja sebagai guru honorer. Terlebih, sang ibu telah lebih dahulu meninggal dunia. Setelah sang ayah pergi, berbagai persoalan pun datang bertubi-tubi dan membuat kehidupan keluarga tersebut semakin sulit.
Film ini tak hanya memotret perjuangan seorang anak sulung, tetapi juga menyentuh realitas kehidupan guru honorer serta kehangatan hubungan antar saudara. Namun, cerita filmnya pun mengajak penonton melihat bahwa di tengah berbagai tekanan hidup, masih ada ruang untuk menemukan kebahagiaan dari hal-hal sederhana.
Tak sekadar menyuguhkan drama keluarga yang menyentuh, Jangan Lupa Bahagia juga menghadirkan nuansa lokal melalui karakter dan cara bertutur yang lekat dengan keseharian masyarakat Sulawesi. Sentuhan tersebut membuat kisah keluarga dan dinamika kehidupan sehari-hari terasa lebih dekat dan ringan, meski tetap mengangkat berbagai persoalan yang cukup kompleks.
Penasaran dengan kisah Ulla dan keluarganya? Jangan lupa saksikan film Jangan Lupa Bahagia mulai 10 September 2026 di seluruh bioskop Indonesia, ya, pembaca!