Sementara itu, Melki mengapresiasi dukungan PTFI dalam membantu pemerintah menangani dampak bencana gempa.
"Terima kasih kepada PT Freeport Indonesia. Bantuan ini bukan sekadar angka dan barang, melainkan bukti nyata gotong royong. Kami tidak bisa berjuang sendirian, dukungan dunia usaha, lembaga, dan masyarakat luas sangat dibutuhkan agar pemulihan berjalan lebih cepat," kata Melki.
Selain kontribusi perusahaan, karyawan PTFI dari berbagai lokasi, termasuk Tembagapura, Kuala Kencana, Nabire, Gresik dan Jakarta, turut menggalang donasi melalui gerakan #PTFIPeduliNTT.
"Gerakan ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal batas wilayah. Dari Mimika, Nabire, Gresik hingga Jakarta, keluarga besar PTFI bersama-sama menunjukkan semangat gotong royong untuk membantu masyarakat NTT," kata Tony Wenas.
Respons PTFI terhadap bencana gempa NTT telah dimulai sejak fase awal bencana. PTFI mengirimkan tim tanggap darurat Emergency Preparedness & Response (EP&R), dokter dan paramedis dari Timika untuk bergabung bersama tim ESDM Siaga Bencana dalam memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak.
Tim PTFI memberikan dukungan medis dan tanggap darurat di sejumlah lokasi terdampak di Flores, termasuk Kampung Wae Malang, Haju Wangi, Liang Dalo, Golo Wontong dan Waso.