Ipuk menambahkan, ajang festival kebudayaan semacam ini terbukti memberikan dampak ekonomi berantai (multiplier effect) yang nyata bagi masyarakat setempat, mulai dari pelaku UMKM, perajin, pemilik homestay, perhotelan, hingga sektor kuliner.

Keberhasilan tata kelola daerah dan pariwisata Banyuwangi turut tecermin dalam indikator makro ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banyuwangi tercatat tumbuh solid mencapai 5,65 persen, melampaui rata-rata Provinsi Jawa Timur maupun tingkat nasional. Di saat yang sama, angka kemiskinan berhasil ditekan hingga mencapai 5,6 persen pada tahun 2026 berdasarkan data BPS.

Daya tarik dan konsistensi Gandrung Sewu dalam menjaga kualitas penyelenggaraan juga kembali mendapat pengakuan resmi dari Pemerintah Pusat.

Dalam perhelatan tersebut, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menyerahkan piagam penghargaan Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 kepada Bupati Ipuk Fiestiandani.

Staf Ahli Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata Kementerian Pariwisata, Masruroh, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi dan inovasi tiada henti dari pemerintah daerah beserta ekosistem seni Banyuwangi.