Kondisi rawan ini, menurutnya, diperparah dengan letusan beberapa gunung berapi di Pulau Jawa hingga Sumatera. Pemkab Klaten lantas menaruh perhatian ekstra pada pergerakan Sesar Opak yang masih aktif membentang di wilayahnya.
Ancaman pergeseran lempeng tersebut memaksa pemerintah daerah menyusun strategi mitigasi secara terukur dan berkelanjutan. Kesiapsiagaan mutlak dibutuhkan mengingat waktu datangnya musibah sama sekali tidak bisa diprediksi secara presisi.
Oleh karena itu, Pemkab Klaten bersiap menguji ketangkasan aparat dan relawannya langsung di lapangan lewat rangkaian simulasi. Rangkaian simulasi sistem penanggulangan darurat tersebut akan digeber selama tiga hari beruntun.
"Tanggal 21, 22, 23 (September) kita akan adakan simulasi bencana, sehingga harapannya kita siap siaga," tegas Hamenang.