Pengembang Grok, xAI, menyebut kondisi tersebut sebagai gangguan yang jarang terjadi dan berlangsung sementara.

"Mulailah percakapan baru atau buat ulang respons -- biasanya masalah itu langsung teratasi. Mohon maaf atas kata-kata yang tidak jelas itu," tutur xAI.

xAI mengembangkan Grok sebagai chatbot kecerdasan buatan. Perusahaan yang berdiri pada 2023 itu mengintegrasikan Grok ke dalam jejaring sosial X sehingga pengguna dapat berinteraksi dengan chatbot melalui unggahan.

Selain terintegrasi dengan X, Grok juga tersedia melalui situs web tersendiri.

Sejak meluncur sebagai pesaing chatbot lain, Grok menghadapi sejumlah kontroversi. Sistem tersebut hadir dengan batasan yang secara eksplisit lebih longgar dibandingkan chatbot seperti ChatGPT milik OpenAI dan Claude milik Anthropic.