NADIKABAR.COM — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman mengusulkan penambahan kuota BBM sebesar 30% kepada pemerintah pusat. Hal ini sebagai langkah mengantisipasi meningkatnya kebutuhan BBM di Sulsel yang memicu antrean di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Usulan tersebut disampaikan Andi Sudirman saat melakukan rapat evaluasi serta monitoring terhadap kebijakan penanganan antrean BBM di Aula Asta Cita Rujab Gubernur Sulsel, Senin (14/9/2026). Rapat itu turut dihadiri Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, unsur Forkopimda Sulsel dan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dan Hiswana Migas Sulsel.
"Alhamdulillah sudah mulai terurai. Tentu kita akan melihat evaluasi tentang bagaimana kemudian permintaan penambahan kuota Sulsel," ujar Andi Sudirman.
Andi Sudirman menuturkan, salah satu faktor yang menyebabkan meningkatnya antrean adalah terjadinya migrasi konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi. Situasi ini turut dipengaruhi akibat adanya disparitas harga.
"Intinya ada migrasi karena disparitas harga tim redaksi subsidi dan nonsubsidi. Sehingga ada migrasi antrean yang tadinya antre nonsubsidi sekarang beralih ke subsidi sehingga terjadi peningkatan," jelasnya.