NADIKABAR.COM — Ratusan warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, mengungsi karena erupsi Gunung Sinabung. Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution mengatakan jika pihaknya memikirkan keselamatan warga.

"Kita tidak ingin masyarakat yang ngungsi di sini merasa tidak nyaman terus tiba-tiba kembali ke rumah, ini yang kita pastikan, mulai dari mereka tidur, air, toilet dan juga makannya," kata Bobby Nasution usai berdialog dengan pengungsi, Selasa (1/9/2026).

Bobby mengungkap jika warga meminta adanya angkutan untuk anak sekolah. Pihaknya bakal menyediakan angkutan tersebut.

"Tadi ada juga permintaan untuk bus ataupun pengangkutan anak-anak ke sekolah, kami juga akan siapkan," ungkapnya.

Pihak pemerintah saat ini masih mengutamakan keselamatan warga dan belum mendata dampak perekonomian akibat erupsi ini. Destinasi wisata di dekat Gunung Sinabung juga disebut ditutup.

"Belum ya, kita mikirkan keselamatan warga dulu, ini kan wisata kita tutup, tidak ada wisatawan yang masuk ke sekitar area gunung, itu pasti ada dampak ekonomi, yang paling utama selamat dulu," tuturnya.

Warga disebut bakal bermalam di bangunan Koperasi Merah Putih di lokasi. Koperasi Merah Putih tersebut diketahui belum beroperasi.

Sebelumnya diberitakan, Warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, dievakuasi akibat erupsi Gunung Sinabung. Sebanyak 490 dievakuasi oleh pihak satuan tugas (Satgas).

"Iya Kuta Tengah (dievakuasi), satu desa saja," kata Sekda Karo Gelora Kurnia Putra Ginting, Selasa (1/9/2026).

Jumlah warga yang dievakuasi sekitar 490-an KK. Mereka dievakuasi ke Desa Sukatepu di Kecamatan Naman Teran.

"Losd Desa Sukatepu dan Koperasi Merah Putih Sukatepu di Kecamatan Naman Teran," ujarnya.

Saat ini proses evakuasi masih berlangsung. Pihak TNI terlihat berangkat dari Posko Satgas untuk melakukan evakuasi.

Rencana awal, ada dua desa yang bakal dievakuasi. Namun saat ini yang dievakuasi masih satu desa.

"Jadi kondisinya begini, kita rencanakan memang ada dua desa kita evakuasi, sesuai dengan rekomendasi," Kepala Pelaksana BPBD Karo Juspri M Nadaek saat dihubungi, Selasa (1/9).

Kedua desa itu adalah Desa Payung, Kecamatan Payung dan Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat. Pihak Pemkab Karo saat ini masih berdialog dengan warga yang bakal dievakuasi.

"Namun sekarang kita masih berdialog dengan masyarakat ini yang akan kita evakuasi," tuturnya.