NADIKABAR.COM — Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung terus memantau gunungan sampah di bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sente, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali. Sebab, tumpukan sampah residu di lokasi tersebut rawan terbakar karena masih mengandung gas metana.
Kepala DLHP Klungkung I Komang Aswin mengakui gas metana yang tersimpan di gunungan sampah eks TPA Sente rawan terbakar. Terlebih saat musim kemarau seperti sekarang.
"Itu terus kami pantau karena memang masih ada gas metananya," terang Aswin, Selasa (25/8/2026).
"Kami juga berkoordinasi dengan pemadam, untuk menyiapkan mobil tangki. Jadi secara berkala dilakukan penyiraman," imbuhnya.
TPA Sente sendiri tidak lagi menerima kiriman sampah setelah resmi ditutup akhir Januari lalu. Pantauan NadiKabar di lokasi pada Selasa (25/8), tumpukan sampah tak terurai di lokasi tersebut masih mengeluarkan aroma abu setelah sempat menyala beberapa hari lalu.
Sejauh ini, DLHP Klungkung belum merancang tata kelola eks TPA Sente pascapenutupan. Menurut Aswin, upaya menjadikan bekas TPA tersebut sebagai ruang terbuka hijau membutuhkan waktu cukup panjang.
"Saat ini memang belum ada arah ke sana. Karena kita tahu kondisinya masih ada gas metana di sana," jelas Aswin.
Salah seorang warga Desa Pikat, Ketut Sudarsa, mengatakan sampah di TPA Sente sempat terbakar beberapa waktu lalu. Menurutnya, tumpukan sampah di sana berpotensi terbakar lagi jika tidak diawasi.
"Yang diuruk di bagian depan (eks TPA) saja. Di belakangnya masih banyak (sampah) itu. Bisa dilihat sendiri," kata Sudarsa, Selasa.
Di sisi lain, Sudarsa mengaku bersyukur dengan ditutupnya TPA Sente. Sebab, beroperasinya TPA Sente sangat merugikan warga setempat. Mulai dari hama yang menyebabkan hasil panen kelapa petani menurun hingga munculnya lalat yang kerap mengerubungi makanan warga.
"Kami sangat bersyukur sekali TPA Sente ini ditutup," tegas Sudarsa.