Dia mengungkapkan bahwa terdapat dua pendekatan utama untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga miskin. Pertama, mengurangi beban pengeluaran melalui bantuan sosial dan subsidi sosial. Kedua, meningkatkan pendapatan keluarga melalui program pemberdayaan yang memperkuat kemampuan dan kemandirian masyarakat.

Pada pendekatan pertama, pemerintah memberikan berbagai bantuan sosial, di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan pangan nontunai (BPNT), bantuan sembako reguler, serta dukungan melalui program jaminan kesehatan dan bantuan pangan dari instansi lainnya. Upaya ini diharapkan dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.

"Bansos dan subsidi sosial itu pada dasarnya adalah untuk mengurangi beban pengeluaran keluarga. Di dalamnya ada misalnya beasiswa untuk keluarga paling tidak mampu dan lain sebagainya, itu adalah bagian dari mengurangi beban pengeluaran," jelas Gus Ipul.

Sementara itu, pendekatan kedua diarahkan pada peningkatan pendapatan melalui pemberdayaan sosial. Gus Ipul menyampaikan bahwa terdapat tiga fokus utama, yakni meningkatkan keterampilan, memperkuat aset, dan memperluas akses. Ketiga aspek tersebut menjadi bagian penting dalam membuka peluang ekonomi bagi keluarga penerima manfaat agar dapat berkembang secara bertahap menuju kehidupan yang lebih mandiri.

Dia mengatakan bahwa presiden memberikan perhatian besar terhadap pemberdayaan masyarakat. Karena itu, bantuan sosial perlu diikuti dengan program pemberdayaan yang terukur sehingga penerima manfaat tidak terus-menerus bergantung pada bantuan, melainkan memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

"Yang kita berikan itu terukur untuk mendorong keluarga agar bisa naik kelas," ujarnya.