Kepala BSSN, Nugroho Sulistyo Budi, menambahkan bahwa ancaman komputasi kuantum terhadap kriptografi bukan sekadar wacana. Data yang dilindungi hari ini dapat menjadi sasaran peretasan di masa depan.
"Karena itu, BSSN menyiapkan kerangka dan standar migrasi kriptografi pasca-kuantum secara bertahap, serta bekerja sama dengan industri dan BUMN agar penerapannya tetap selaras dengan ketentuan keamanan nasional," kata Nugroho.
Kerangka migrasi PQC yang dikembangkan BSSN mencakup tahapan persiapan, inventarisasi aset kriptografi, penilaian risiko kuantum, perencanaan migrasi, implementasi, penguatan cryptographic agility, hingga pemantauan dan evaluasi.
Kerangka ini menjadi acuan bagi organisasi di Indonesia untuk memulai transisi secara terstruktur dan terukur, dengan tetap memperhatikan kebutuhan operasional serta standar keamanan yang berlaku.
Managing Director of Strategic Technology Initiatives Danantara Indonesia, Ricardo Irwan Rei, menyatakan bahwa kedaulatan teknologi (sovereign technology) tidak dapat dibangun oleh satu institusi saja.
"Danantara Indonesia ingin mendorong terbentuknya kolaborasi antara regulator, BUMN, dan technology player agar capability yang dikembangkan dapat menjawab kebutuhan nyata, memiliki jalur adopsi, dan pada akhirnya memperkuat ketahanan teknologi nasional," tutur Ricardo.