Cheng mengungkapkan, pengembangan dan penerbitan game di ASEAN masih berada di tahap awal atau belum terlalu berkembang. Banyak game viral dan menguntungkan yang berasal dari luar Asia Tenggara.
"Meskipun orang-orang menghabiskan banyak uang untuk game di ASEAN, sebagian besar uang tersebut disalurkan kembali ke negara asal game tersebut. Baik itu AS, Jepang, Korea, dan lain-lain," jelas Cheng.
Menurutnya, hal yang patut menjadi perhatian di sini adalah bagaimana developer dapat mengembangkan game yang bagus dan konten lokal yang menarik, sehingga bisa mencuri perhatian para gamer di masing-masing negara Asia Tenggara.
"Jadi menurut saya itu adalah salah satu cara untuk melihat pendapatan dari pemain. Banyak dari mereka berasal dari luar ASEAN. Jadi bagaimana kita bisa menangkap pendapatan itu?," ujarnya.