"Blok ini D damkar menggunakan alat berat, ekskavator, di sana, itu kita buka kemudian kita semprotkan itu pelan-pelan. Jadi memastikan yang di dalam itu, bekonya itu aman itu lho. Kalau aman, kita maju, aman, kita maju, gitu saja, nggih," bebernya.
Selain pemadaman, pengamanan aset negara juga menjadi prioritas. Sebanyak 28 personel PLN dikerahkan untuk melakukan asesmen terhadap jaringan listrik SUTET di sekitar lokasi.
"PLN melaksanakan asesmen jaringan SUTET untuk memastikan apakah ada kerusakan terkait jaringan atau sarpras akibat panas kebakaran ini," kata Ari.
Terkait modifikasi cuaca, Ari mengaku masih menunggu dari BNPB. Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan BMKG bila disarankan modifikasi cuaca.
"Untuk OMC (operasi modifikasi cuaca) ini juga masih kita menunggu dari BNPB. Karena memang kemarin kita sudah koordinasi ke BMKG, itu kalau memang dari BNPB itu menyarankan untuk dilakukan modifikasi cuaca oleh BMKG, intinya mereka siap, nggih," pungkasnya.
Diketahui TPA Putri Cempo terbakar sejak Rabu (2/9). Api pertama diketahui pukul 18.00. Angin kencang di sekitar sempat membuat api membara di gunungan sampah itu.