Hashim menegaskan, persoalan ini tidak hanya disoroti MSCI, melainkan juga para pelaku investor asing. Ia menjelaskan saham gorengan tersebut biasanya memiliki free float yang terbatas dengan Price to Earnings Ratio (P/E Ratio) tidak masuk akal.

"Ini adalah kalau free float-nya terbatas, P/E Ratio-nya itu gila-gilaan, tidak masuk akal, ini yang dipersoalkan," pungkasnya.