Pada akhirnya, ia resmi membatalkan kepergiannya tersebut dan memilih mendelegasikan tugas-tugas pada timnya yang sudah berada di daerah agar bisnis tetap berjalan tanpa harus mempertaruhkan keselamatan pribadinya.

Bagi Haykal, perjalanan ke luar daerah di tengah paparan abu vulkanik yang meluas memiliki risiko yang jauh lebih besar dibandingkan keuntungan yang akan didapatkannya.

"Cuman rasanya risikonya gak sepadan dengan reward yang didapatkan. Jadi tadi saya putuskan, udahlah, mendingan di rumah aja dulu, untuk urusan-urusan yang di daerah mungkin bisa diwakilkan sama tim yang ada di lapangan," pungkasnya.