Tak hanya memberikan patokan dasar yang lebih tinggi untuk faskes tingkat pertama seperti Puskesmas, IDI juga menegaskan perlunya insentif tambahan signifikan bagi dokter yang bersedia ditempatkan di daerah berakses sulit.
Ketua Umum PB IDI Slamet Budiarto dan Sekretaris Jenderal Telogo Wismo Agung Durmanto menyuarakan bahwa dokter di wilayah 3T harus mendapatkan apresiasi finansial yang sepadan dengan risiko dan beban pengabdian mereka.
"Dokter yang bekerja di daerah terpencil, sangat terpencil, perbatasan, kepulauan, dan/atau daerah dengan keterbatasan tenaga medis diberikan pendapatan sekurang-kurangnya 50% lebih tinggi dari standar pendapatan minimum tersebut," tegas PB IDI dalam dokumen resminya.