NADIKABAR.COM β€” Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis diperkirakan bergerak mendatar (sideways) di tengah pelaku pasar mencermati arah kebijakan moneter di tingkat global

Dibuka menguat, IHSG pukul 09.25 WIB bergerak melemah 44,78 poin atau 0,85 persen ke posisi 5.237,53. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 4,83 poin atau 0,90 persen ke posisi 534,64.

β€œSecara teknikal, diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 5.150-5.350 pada perdagangan Kamis,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Dari mancanegara, bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed sesuai ekspektasi mempertahankan suku bunga di kisaran 3.75-4.00 persen pada Rabu (28/10) waktu AS.

The Fed memilih untuk menunda perubahan suku bunga hingga setelah pemilu midterm AS pada Selasa (3/11) pekan depan, sambil menunggu data lebih lanjut mengenai arah inflasi, namun dua anggota FOMC menyatakan keberatan terhadap keputusan tersebut.

Ketua The Fed, Kevin Warsh mengumumkan bahwa The Fed akan mengurangi jumlah pertemuan penetapan suku bunga mulai tahun 2027. Mulai tahun 2027, Warsh menyatakan salah satu dari delapan pertemuan The Fed akan difokuskan secara khusus pada strategi kebijakan moneter secara luas, sementara pertemuan lainnya akan ditujukan untuk penetapan kebijakan.

Pada tahun 2028, The Fed berencana mengadakan dua pertemuan yang berfokus pada diskusi strategi.