Karena Teluk Hijau berada di kawasan konservasi, wisatawan sebaiknya mengecek akses dan kondisi terbaru sebelum berangkat. Hal ini penting karena akses menuju destinasi alam di kawasan taman nasional dapat dipengaruhi kondisi cuaca maupun kebijakan pengelola.
Tidak semua alternatif wisata harus berupa perjalanan jauh. Jika kamu menginap di pusat Kota Banyuwangi dan hanya memiliki waktu terbatas, Taman Sritanjung bisa menjadi pilihan yang lebih praktis.
Taman ini berada di kawasan perkotaan dan menjadi salah satu ruang publik yang digunakan masyarakat untuk berolahraga, bersantai, atau sekadar menikmati suasana kota. Keberadaannya juga berkaitan dengan kawasan penting di pusat Banyuwangi, sehingga kunjungan ke taman bisa sekaligus dilanjutkan dengan wisata kuliner atau menjelajahi kawasan kota.
Secara historis dan tata ruang, kawasan Taman Sritanjung termasuk bagian dari kawasan strategis sosial budaya Banyuwangi. Dokumen tata ruang Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menempatkan Taman Sritanjung bersama sejumlah bangunan dan ruang penting di pusat kota, seperti Pendapa Kabupaten, Masjid Agung Baiturrahman, dan kawasan Pasar Banyuwangi.
Pilihan ini cocok untuk wisatawan yang tidak ingin menghabiskan banyak waktu di perjalanan. Setelah seharian menjelajahi Banyuwangi, Taman Sritanjung bisa menjadi tempat untuk beristirahat sebelum melanjutkan agenda berikutnya.
Kalau ingin perjalanan yang lebih panjang dan berorientasi pada alam, Taman Nasional Alas Purwo bisa menjadi alternatif utama selama Ijen ditutup. Kawasan ini berada di ujung timur Pulau Jawa dan memiliki bentang alam yang jauh lebih luas daripada sekadar satu destinasi pantai.
Taman Nasional Alas Purwo memiliki luas sekitar 44.037,30 hektare dengan beragam ekosistem, mulai dari hutan dataran rendah, sabana, hutan pantai hingga mangrove. Kawasan ini juga menjadi habitat berbagai satwa, termasuk banteng Jawa dan macan tutul Jawa.
Menariknya, pilihan aktivitas di Alas Purwo cukup beragam. Wisatawan bisa menikmati lanskap alam, mengamati satwa di Savana Sadengan, berkunjung ke pantai, bersepeda, melakukan fotografi, hingga mengunjungi kawasan yang memiliki nilai budaya dan spiritual seperti Pura Luhur Giri Salaka serta Situs Kawitan.
Untuk wisatawan yang ingin menikmati kawasan ini, Balai Taman Nasional Alas Purwo saat ini mencantumkan pintu masuk Rowobendo dan Kucur untuk kunjungan wisata alam. Jam layanan kunjungan wisata yang tercantum adalah pukul 08.00-16.00 WIB, tetapi kondisi lapangan dan ketentuan kunjungan tetap perlu diperiksa sebelum berangkat.