"Bagaimana cara eh apa eh fingering segala macam gitu. Nyanyi juga gitu, harus tahu do re mi fa so la si do terus dramatisika itu apa, bridging itu apa, power gimana, nafas gimana. Terus apa namanya, kita belajar dari banyak lagu dan banyak dengar, terus kita banyak nanya zaman dulu. Makanya sampai sekarang musisinya dan penyanyinya kuat untuk terus bisa eksis ya, terus vokalnya masih tetap," katanya.
Imaniar menilai perkembangan teknologi memang memberikan kemudahan bagi musisi masa kini. Namun, ia mengingatkan agar kemudahan tersebut tidak membuat para penyanyi dan pemain musik berhenti mengasah kemampuan dasarnya.
"Tapi kalau sekarang ini banyak lebih ter-computerized, AI-lah disebut gitu kan, jadi bel, teng pencet satu, teng teng teng teng teng. Satu jari gitu kan, jeng jeng jeng jeng, terus kapan mau pintar, gitu. Terus kalau nyanyi, pakai auto-tune. Rekaman nih, dia suaranya serak kek, nafasnya pendek kek, fals, pakai komputer, selesai, AI lagi," tuturnya.
Menurutnya, ketergantungan pada teknologi bisa menjadi masalah ketika seorang penyanyi harus tampil secara langsung. Sebab, kemampuan yang terdengar bagus dalam rekaman belum tentu bisa ditampilkan dengan kualitas yang sama di atas panggung.