"Targetnya PT INKA dan PT KAI, 2 trainset akan beroperasi di tahun ini dan sisa 7 akan dioperasikan tahun depan," paparnya.
Di luar itu, sisa 8 trainset lagi masih belum berkontrak, namun Allan belum bisa memastikan dari mana asal rangkaian KRL ini akan dilakukan
"Nah 8 ini tentunya kita mendorong agar PT KAI segera mengadakan karena kebutuhan mendesak yang kita ketahui semua di stasiun, di lapangan, bahwa memang kita membutuhkan 8 trainset ini segera melayani masyarakat," ucap Allan.
Terkait pengadaan ini Allan menegaskan pemerintah telah mengalokasikan anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN) serta subsidi Public Service Obligation (PSO) untuk mendukung peremajaan dan penambahan armada kereta api perkotaan tersebut. Jadi tidak ada alasan komitmen pengadaan tersebut tidak bisa terpenuhi.
"Jadi untuk 35 trainset plus 2 retrofit itu sudah ada anggarannya. PMN. Sebenarnya sudah ada. Jadi memang geraknya saja untuk mencarinya itu saja mungkin yang apa, seperti apa sebenarnya. Anggarannya sudah ada, 2024 PMN ini yang ke KAI ya, itu Rp 2 triliun, 2025 Rp 1,8 triliun. Tahun ini juga akan ada Rp 1,5 triliun," pungkasnya.