"Sebagai salah satu kontributor utama pasukan pemeliharaan perdamaian PBB, Indonesia turut menghadapi berbagai tantangan dan risiko tersebut," jelas Umar Hadi.

Di sisi lain, Umar juga mengingat pada Maret-April 2026, ada empat peacekeepers Indonesia yang bertugas dalam UNIFIL gugur dalam rangkaian insiden di Lebanon. Namun menurutnya, risiko tersebut tidak mengurangi komitmen Indonesia untuk terus berkontribusi terhadap pemeliharaan perdamaian PBB, yang telah berlangsung selama lebih dari enam dekade.

Dia menjelaskan, Indonesia pertama kali mengirimkan peacekeepers pada tahun 1957 melalui UNEF di Sinai, Mesir. Sampai saat ini, Indonesia telah mengirimkan lebih dari 60.000 pasukan pemeliharaan perdamaian ke berbagai belahan dunia.

"Berbekal pengalaman dan komitmen tersebut, Indonesia bersama Belanda secara resmi menjadi co-host UN Peacekeeping Ministerial (UNPM) 2027, yang akan diselenggarakan di Jakarta pada kuartal keempat tahun 2027. Ini merupakan pertama kalinya Indonesia menjadi tuan rumah forum tingkat menteri tersebut," terang Umar.