Selain isu perdagangan bilateral, kedua pihak membahas progres Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).
Perjanjian ini dirancang untuk memperluas akses pasar produk unggulan Indonesia, seperti sawit, kopi, kakao, tekstil, dan furnitur ke negara-negara anggota EAEU.
Proses ratifikasi perjanjian dagang itu kini mendekati tahap akhir. Kedua negara menargetkan seluruh prosedur rampung sebelum akhir tahun 2026 agar perjanjian dapat segera berlaku efektif (Entry into Force).
Pertemuan turut dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi, Edi Prio Pambudi, serta Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN, Ferry Irawan.