Bangunan karya Eh de Roo itu kemudian mendapat julukan Gedong Papak karena memiliki atap datar dan bentuk memanjang. Setelah Indonesia merdeka, gedung tersebut tetap berfungsi sebagai balai kota dan kantor Wali Kota Bandung. Pada 1980-an, pemerintah menambah dua gedung kembar di sisi kanan dan kiri untuk mendukung kebutuhan perkantoran.
Kawasan Balai Kota Bandung juga memiliki sejumlah ruang terbuka hijau, seperti Taman Dewi Sartika dan Taman Badak. Keberadaan bangunan bersejarah dan taman di sekitarnya membuat kawasan ini menjadi salah satu tempat yang merekam perjalanan panjang Kota Bandung, dari masa pemerintahan Hindia Belanda hingga sekarang.