Di Batang Kuranji, pengerukan sedimentasi pada bagian hilir telah memasuki tahap pelaksanaan menggunakan anggaran reguler BWS Sumatera V. Penanganan juga perlu dilanjutkan hingga bagian hulu melalui pembangunan prasarana pengendali sedimen untuk mengurangi material yang terbawa ke aliran sungai.

"Batang Kuranji memerlukan normalisasi sedimentasi dan penanganan Sabo Dam di bagian hulu," ujar Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Posko Nasional Satgas PRR Brigjen Pol Yopie Indra Prasetyo Sepang dalam laporannya, Sabtu (19/9/2026).

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah mendukung penanganan Batang Kuranji melalui tambahan Transfer ke Daerah sekitar Rp4 miliar. Dukungan tersebut masih perlu diperkuat karena total kebutuhan penanganan kawasan diperkirakan mencapai Rp86 miliar.

Selain Batang Kuranji, kebutuhan penanganan Batang Guo, Batang Maransi, Banda Luruh, serta kolam retensi Air Pacah-Maransi akan diusulkan melalui pembaruan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana. Kebutuhan penanganan kawasan Maransi-Air Pacah dan sekitarnya diperkirakan mencapai Rp998 miliar.