NADIKABAR.COM — Perusahaan asal Inggris, BlackInk Co-operation Limited menyatakan minat untuk investasi di Kawasan Industri Pulogadung. Hal ini ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (Perseroda) dengan BlackInk di sela Indonesia Investment Forum (IIF) 2026 di London, Inggris, Kamis (5/11) lalu.

IIF 2026 diselenggarakan Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) London. Forum ini mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan calon investor Inggris dan Eropa untuk menjajaki peluang investasi di sektor infrastruktur, logistik, manufaktur, dan hilirisasi.

MoU ditandatangani Direktur Pengembangan dan Pemasaran PT JIEP, Leonardo Feneri, bersama Director BlackInk Co-operation Limited, Nicholas Benyon. Kerja sama ini mencakup komitmen pemanfaatan lahan industri seluas 2,4 hektare di Kawasan Industri Pulogadung dan membuka peluang pengembangan kegiatan usaha baru di kawasan tersebut.

Pada forum yang sama, PT JIEP juga memaparkan sejumlah proyek dalam rencana pengembangan Kawasan Industri Pulogadung, di antaranya Transit Oriented Development (TOD), untuk menarik minat investor di London.

Direktur Utama PT JIEP, Dharma Satriadi, menyatakan lokasi strategis serta infrastruktur dan ekosistem industri yang telah berkembang menjadi modal kuat Kawasan Industri Pulogadung untuk menarik investasi, baik domestik maupun internasional.

"Kawasan Industri Pulogadung memiliki potensi besar untuk terus menarik investasi dan mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi. Kami ingin memastikan pengembangan PT JIEP dapat memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian DKI Jakarta sekaligus mendukung transformasi Jakarta sebagai kota global," ujar Dharma Satriadi dalam keterangan tertulis, Minggu (8/11/2026).

Direktur Pengembangan dan Pemasaran PT JIEP, Leonardo Feneri, menyebut forum ini sebagai kesempatan berkomunikasi langsung dengan calon investor internasional.

"Kehadiran BlackInk Co-operation Limited akan ditindaklanjuti ke tahap kerja sama yang lebih konkret sesuai dengan rencana dan ketentuan yang berlaku. BlackInk sebagai perusahaan investasi asal Inggris akan merealisasikan investasi di JIEP dan diproyeksikan membuka ratusan lapangan kerja. Dalam hal ini, JIEP telah menyiapkan lahan yang cukup dengan dukungan utilitas listrik dan air yang memadai untuk investasi tersebut," ujar Leonardo Feneri.

Diberitakan sebelumnya, Indonesia menghimpun komitmen investasi senilai sekitar Rp 6,3 triliun atau US$ 385,1 juta melalui penandatanganan dan penyampaian tiga kesepakatan strategis dalam Indonesia Investment Forum (IIF) 2026.

Komitmen tersebut mencakup rencana investasi di sektor pengolahan timah oleh Titanium Capital senilai Rp 4,16 triliun (setara US$ 252,1 juta), pengembangan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) oleh Axelera di KEK Industropolis Batang yang merupakan tindak lanjut dari pertemuan bisnis keduanya pada Trade Expo Indonesia 2026 senilai EUR 50 juta (setara US$ 56 juta).

Kemudian, pemanfaatan lahan kawasan industri untuk fasilitas perakitan alat berat dan suku cadangnya oleh BlackInk Co-operation Limited di Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) senilai US$ 77 juta.

"Ketika memutuskan untuk berinvestasi, saya selalu mengatakan bahwa investor tidak menyukai ketidakpastian. Investor menginginkan kepastian, prediktabilitas, serta proses yang kredibel. Oleh karena itu, Indonesia terus berupaya memperbaiki iklim investasi. Kami terus meninjau dan merevisi kebijakan serta regulasi untuk memberikan kepastian dan prediktabilitas yang lebih baik bagi investor. Indonesia juga terus melakukan pembenahan agar semakin kompetitif dalam menarik investasi asing ke Tanah Air," jelas Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, dikutip dari keterangan tertulis Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Sabtu (7/11).