"Konsep ini luar biasa. Biasanya digelar siang hari, sekarang dibuat malam hari. Narasi dan kesan magisnya terasa sekali. Ini berpotensi viral karena memang menyuguhkan sesuatu yang berbeda," kata Maya.

Maya menjelaskan, gagasan tersebut berangkat dari potensi yang dimiliki Banyuwangi, baik dari sisi lokasi pertunjukan maupun kemampuan para penarinya.

InJourney kemudian melihat kemungkinan mengadaptasi konsep pertunjukan yang pernah diterapkan pada tari kecak di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Pengalaman tersebut menjadi referensi untuk mengembangkan konsep yang dinilai sesuai dengan karakter tari Gandrung, terutama gerakan yang kompak, jumlah penari besar, serta kebutuhan tata cahaya untuk memperkuat visual pertunjukan.