Menurut Handy, dari informasi yang diterimanya, seluruh korban adalah siswa SMAN 3 Nganjuk. Di tim redaksi 49 orang yang terdata, ada satu guru perempuan.

"Data (jumlah korban) masih belum fixed. Ada satu ibu guru, sisanya murid," ungkapnya.

Untuk memastikan para siswa yang keracunan mendapatkan pelayanan terbaik, Mas Handy memastikan membuka semua pusat pelayanan kesehatan, mulai RSUD, RS Bhayangkara, RSI maupun puskesmas terdekat.