NADIKABAR.COM — Presiden Paraguay Santiago Pena mengundurkan diri setelah krisis perbankan yang melibatkan Ueno Bank memicu gelombang protes di seluruh negeri. Pengambilalihan bank tersebut oleh Bank Sentral menyebabkan sekitar tiga juta nasabah, termasuk para pensiunan, tidak dapat mengakses uang simpanan mereka.
Dilansir AFP, Jumat (6/11/2026), Ueno Bank diambil alih Bank Sentral pada Selasa (3/11), dua hari sebelum Pena mengumumkan pengunduran dirinya pada Kamis (5/11). Keputusan tersebut memicu kemarahan masyarakat karena dana simpanan nasabah dibekukan. Krisis ini juga menyeret nama Pena karena bank tersebut memiliki keterkaitan dengannya.
Gelombang demonstrasi pun meluas di berbagai wilayah Paraguay. Di ibu kota Asuncion, ratusan orang turun ke jalan. Sebagian demonstran membawa poster yang menuntut pemakzulan Pena, yang dikenal sebagai pemimpin sayap kanan dan sekutu Amerika Serikat (AS).
Sejumlah pengunjuk rasa juga terlibat bentrokan dengan polisi. Aparat menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa.