"Saya pikir ada baiknya lift ini dibangun. Selama masyarakat setempat menerima manfaatnya dari keuntungan yang didapatkan," kata Irwin kepada NadiKabar saat menaiki tangga tebing Pantai Kelingking, Senin (7/9/2026).
"Turun ke bawah tidak masalah, yang menjadi masalah adalah naik ke atas," imbuhnya, menggambarkan rasa lelah luar biasa setelah berjuang menaiki tebing terjal tersebut.
Bagi wisatawan lanjut usia atau pengunjung dengan kondisi fisik rentan, medan yang sangat terjal dan melelahkan dinilai membahayakan.
Kelelahan ekstrem di tengah teriknya cuaca dikhawatirkan memicu masalah kesehatan serius, termasuk risiko serangan jantung.
Kondisi jalur yang berisiko tinggi itu membuat sebagian pihak memandang fasilitas bantu seperti lift kaca dibutuhkan demi menjamin faktor kesehatan dan keselamatan (health and safety) pengunjung.
Rencana pembangunan lift kaca tak hanya diperdebatkan dari sisi keselamatan. Kerusakan alam dan pemandangan juga menjadi sorotan karena keberadaan bangunan dinilai berpotensi mengubah kawasan tebing Pantai Kelingking.
Irwin menilai persoalan tersebut masih bisa disesuaikan dengan kondisi tebing.