"Meninggalnya kemudian dia masuk, perdarahan, terusnya 3 hari, 4 hari kemudian infeksi dan meninggal. Itu sudah pasti manajemen infeksinya tidak bagus," jelasnya.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena rumah sakit yang dimaksud merupakan rumah sakit paripurna. Kemenkes kini telah melakukan pendataan terhadap rumah sakit yang memiliki angka kematian ibu dan bayi tinggi.

Rumah Sakit dengan Angka Kematian Tinggi Bakal Didampingi

Budi mengatakan Kementerian Kesehatan telah menganalisis rumah sakit yang memiliki angka kematian ibu dan bayi tinggi. Rumah sakit tersebut nantinya akan mendapatkan pendampingan untuk melakukan perbaikan.

"Dan Kementerian Kesehatan sudah meminta harapan kita mendampingi. Jadi semua rumah sakit yang tinggi dari sisi kementerian ibu baiknya, kita sudah analis dan kita akan dampingi," tuturnya.

Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu rumah sakit memperbaiki berbagai aspek pelayanan yang berkaitan dengan keselamatan ibu dan bayi.

Kemenkes Bakal Evaluasi Indikator Rumah Sakit