"Hingga pukul 11.45 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan," tambahnya.

Pihaknya mengimbau kepada warga agar tidak terpengaruh dengan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," pungkasnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) merencanakan pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. Pembangunan JPO dilakukan untuk membuat jalur itu lebih aman bagi pejalan kaki dan kalangan pelajar.

Pembangunan JPO di Jalan Soekarno-Hatta nantinya akan dilakukan oleh Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat. Saat ini, persiapan untuk melakukan konstruksi pembangunan sedang dilakukan.

"Saat ini DBMPR sedang proses persiapan perencanaan teknis," ujar Kepala DBMPR Jabar, Agung Wahyudi, Kamis (3/9/2026).

Menurut Agung, untuk saat ini pihaknya hanya akan membangun satu JPO di jalan nasional tersebut. Ia menyebut pembangunan akan mulai dilakukan setelah proses perencanaan teknis tuntas.

"JPO yang akan dibangun direncanakan sebanyak 1 buah," katanya.

Ia menjelaskan, JPO yang dibangun akan diprioritaskan sebagai fasilitas umum yang menunjang aktivitas masyarakat, khususnya pelajar. Adapun lokasinya direncanakan berada di depan SMKN 9 Bandung.

"Titik Lokasi Pembangunan JPO diprioritaskan untuk fasilitas umum terutama sekolah yang berada di Jalan Soekarno Hatta, dimana direncanakan berada di depan SMK Negeri 9 Bandung," jelasnya.

Pemprov Jabar sebelumnya mengatakan, pembangunan JPO di Jalan Soekarno-Hatta harus memerlukan izin serta berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Sebab, ruas jalan itu berada dalam pengelolaan Kementerian Pekerjaan Umum.

"Karena ini kan ada beberapa komunikasi ya dengan pusat, dengan pengelola Jalan Soekarno-Hatta yang dikelola oleh Kementerian PU. Namun kami juga memastikan bahwa langkah-langkah cepat itu hari ini sudah dilakukan oleh Dishub dan Bina Marga berkolaborasi dengan jajaran Pemkot Bandung," ungkap Kepala Diskominfo Jabar, Adi Komar.

Dinas Kesehatan (Dinkes) mewanti-wanti warga Kota Bandung soal potensi penyebaran penyakit demam berdarah (DBD). Meski masuk musim kemarau, penyebaran penyakit yang dibawa nyamuk Aedes aegypti bisa timbul karena faktor kebersihan di lingkungan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung Dadan Mulyana Kosasih mengatakan, nyamuk pembawa penyakit demam berdarah masih bisa berpotensi muncul meski masuk musim kemarau.

"Kalau lihat dari cuaca perindukan nyamuknya, mungkin karena musim kering, dia tidak terlalu banyak. Tapi nanti begitu ada hujan, nah si jentik-jentik nyamuk yang tersisa itu kena air dia bisa cepat menetas nantinya," kata Dadan, Kamis (3/9/2026).

Ia menyatakan, berdasarkan hasil penelitian, nyamuk Aedes aegypti tumbuh lebih cepat saat musim kemarau. Sehingga menurutnya, potensi sebaran DBD masih bisa terjadi meski belum masuk musim penghujan.