Selain itu, Jacqueline juga tetap aktif sebagai anggota Dewan Direksi Mars hingga 2016. Ia bertindak memastikan transisi kepemimpinan tetap berjalan lancar sembari menjaga prinsip Mars untuk tetap tumbuh sebagai perusahaan swasta alias private company.
Mars dikenal sebagai salah satu perusahaan swasta terbesar di dunia yang secara konsisten menolak untuk melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO) di pasar saham. Hal itu didasari beberapa faktor seperti orientasi bisnis jangka panjang, di mana pasar saham kerap menuntut perusahaan untuk mengejar kinerja keuangan di jangka pendek.
Alasan lainnya, keluarga ingin memastikan kontrol perusahaan Mars 100 persen berada di bawah kendali mereka dan bertahan sejak 1911. Selain itu, terdapat rahasia bisnis dan strategi yang dijaga Mars sebagai private company.
Meskipun dibesarkan di lingkungan bisnis raksasa, Jacqueline memilih untuk mendalami ilmu humaniora. Ia menempuh pendidikan di Bryn Mawr College dan lulus pada 1961 dengan gelar Sarjana Antropologi. Latar belakang tersebut sekaligus membentuk sudut pandangnya yang mengedepankan pemahaman budaya, tata kelola sosial, dan hubungan antarmanusia.