Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin ayyamal bidhi sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: Saya niat berpuasa besok pada (ayyamul bidh) hari-hari putih, sunah karena Allah Ta'ala.
Sebagaimana puasa sunah pada umumnya, niat puasa Ayyamul Bidh dapat dilakukan sejak malam hari. Namun, jika belum sempat berniat pada malam hari, niat masih diperbolehkan pada siang hari sebelum matahari tergelincir (zawal), selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Doa buka puasa Ayyamul Bidh pada dasarnya sama dengan doa berbuka puasa sunah lainnya. Doa buka puasa dibaca sebagai ungkapan syukur setelah menunaikan ibadah puasa sunah sepanjang hari. Salah satu doa yang umum dibaca saat berbuka adalah sebagai berikut.
اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّحِمِينَ
Arab Latin: Allahumma laka sumtu wa bika amantu wa 'ala rizqika aftartu, birahmatika ya arhamarrahimin
Artinya: Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan yang Maha Pengasih.
Selain itu, terdapat pula doa berbuka puasa yang bersumber dari hadis riwayat Abu Dawud. Doa ini berisi ungkapan bahwa rasa dahaga telah hilang setelah seharian berpuasa, sekaligus doa agar pahala ibadah puasa diterima oleh Allah SWT. Berikut bacaannya.
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ