Sebelum jalan amblas, pekerjaan dinding penahan tanah telah berlangsung dengan bore pile tertanam dan penggalian untuk pembangunan pile cap. Pelaksanaan sempat menghadapi kendala karena tiang listrik berada di jalur pelebaran detour. Setelah kendala ditangani, pekerjaan pembukaan akses dapat dilanjutkan.

Satgas PRR mendorong PPK 2.2, penyedia jasa, konsultan pengawas, pemerintah daerah, dan instansi terkait memperkuat koordinasi agar penanganan permanen berjalan sesuai kebutuhan teknis. Ketersediaan agregat Kelas A, urugan pilihan, dan sheet pile juga perlu dipastikan agar pekerjaan tidak terhambat.

Percepatan pekerjaan permanen dan mitigasi teknis menjadi langkah penting untuk menjaga jalur Tarutung-Sipirok-Padangsidimpuan tetap aman sekaligus melindungi konektivitas serta aktivitas ekonomi masyarakat.