Hanya partai-partai yang mendukung Putin dan kampanye militer Kremlin yang terdaftar untuk mengikuti pemilihan. Moskow juga menyelenggarakan pemungutan suara di wilayah Ukraina yang diduduki.

Meskipun hanya sedikit warga Rusia yang meragukan bahwa partai Rusia Bersatu (United Russia) pimpinan Putin akan kembali meraih kemenangan mudah, pemungutan suara ini menjadi tolok ukur dukungan publik terhadap perang tersebut.

Kementerian Pertahanan Rusia menuduh Ukraina berupaya "mengganggu kehendak demokratis warga Rusia" melalui serangan tersebut. Moskow kemudian menjanjikan respons militer.

"Sebagai respons terhadap serangan rezim Kyiv terhadap target sipil di wilayah Rusia, tentara Rusia akan melanjutkan dan mengintensifkan serangan berpresisi tinggi terhadap target militer di Kyiv," kata Kementerian Pertahanan Rusia.

Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan serangan tersebut melibatkan sekitar 1.600 drone. Sebanyak 450 drone disebut diarahkan langsung ke ibu kota Rusia.

Serangan itu disebut sebagai salah satu serangan drone terbesar terhadap Moskow sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada 2022.

Sejumlah gambar yang beredar menunjukkan lubang besar pada sebuah gedung apartemen bertingkat di pinggiran Moskow. Gambar lainnya memperlihatkan asap hitam membubung dari lokasi yang diduga merupakan fasilitas pengolahan minyak.