Menurut Luthfi, posisi strategis Kota Semarang dapat dimanfaatkan untuk menghubungkan potensi ekonomi sejumlah daerah, seperti Kendal, Demak, Grobogan, dan Salatiga.
Kerja sama tersebut diharapkan memungkinkan setiap daerah mengembangkan keunggulan masing-masing sekaligus saling mendukung dalam menarik investor.
Luthfi juga menilai Jawa Tengah memiliki daya tarik bagi investor di tengah tantangan ekonomi global dan keterbatasan fiskal. Selain iklim usaha yang kondusif, provinsi tersebut dinilai memiliki pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja yang kompetitif, khususnya untuk mendukung industri padat karya.
"Ada 57 perusahaan Vietnam padat karya nanti akan membangun di wilayah kita. Karena role model kegiatan padat karyanya Vietnam sama dengan kita. Dan dia akan buka cabang di wilayah kita," ungkapnya.
Ia berharap penyelenggaraan forum bisnis seperti Sembiz dapat mendorong kabupaten dan kota lain untuk mempromosikan potensi investasi, perdagangan, dan pariwisata di daerah masing-masing.
"Jadi business forum ini untuk apa? Untuk menciptakan ekonomi baru di wilayah masing-masing," katanya.