"Pengambilan sampel dari Phobos tentu saja merupakan yang pertama di dunia, dan ini berarti... ini adalah perjalanan pulang-pergi pertama ke sistem Mars," ujar manajer proyek MMX, Yasuhiro Kawakatsu, seperti diberitakan AFP.

JAXA menyatakan bahwa misi ini juga akan menjajaki kemungkinan penggunaan Phobos sebagai "stasiun luar angkasa alami" dengan menetapkan persyaratan yang diperlukan untuk perjalanan pulang-pergi ke Mars dan dianggap sesuatu yang "sangat penting bagi eksplorasi Mars berawak".

Misi ini juga akan mengamati Deimos, bulan Mars lainnya. Namun misi ini tidak akan mendarat di bulan tersebut, baru kemudian kembali ke Bumi.

JAXA berharap misi ini dapat mengungkap bagaimana Mars dan kedua bulannya terbentuk, sebuah pengetahuan yang dianggap kunci memahami asal-usul terciptanya Tata Surya.

Salah satu teori mengenai asal-usul bulan-bulan Mars yang dikenal sebagai hipotesis "tabrakan raksasa" menyatakan, bahwa bulan-bulan tersebut terbentuk setelah sebuah benda langit menabrak Mars.