"Kami juga kehilangan beberapa pemain sehingga mungkin kami tidak bisa memberikan tenaga baru di lini serang. Namun kami bertahan dengan sangat baik di beberapa momen. Kami mencoba melakukan beberapa transisi dan bahkan mengontrol pertandingan di beberapa momen," ujarnya.
Bahkan, Esteva merasa Persib sempat berada dalam tekanan ketika skor masih bertahan 0-0 memasuki 10 menit terakhir. Ia menilai segala kemungkinan masih terbuka sebelum akhirnya Persib menemukan gol melalui Peralta.
"Kami memainkan pertandingan yang bagus. Dengan segala kemampuan yang kami miliki, kami memainkan pertandingan yang bagus. Di beberapa momen, saya pikir mereka juga merasa takut karena ketika skor masih 0-0 dalam 10 menit terakhir, apa pun bisa terjadi," katanya.
Namun, satu kelengahan akhirnya harus dibayar mahal. Manila kebobolan pada menit ke-88 dan gagal membalas hingga pertandingan selesai. Mereka bahkan nyaris menyamakan kedudukan pada detik akhir melalui peluang yang membentur tiang gawang.
"Namun, pada akhirnya, seperti yang saya katakan, kurangnya pengalaman terlihat dalam situasi yang menghasilkan gol tersebut. Saya bangga karena kami terus berjuang hingga akhir. Kami bahkan hampir menyamakan kedudukan melalui peluang yang membentur tiang pada detik terakhir," pungkasnya.