Tingginya karhutla dan kekeringan sejalan dengan kemarau 2026 yang lebih kering dan berdurasi lebih panjang akibat fenomena El Nino. BMKG memperkirakan El Nino bertahan hingga awal 2027 dengan puncak intensitas melebihi kategori kuat.
Bencana alam tidak hanya merusak fasilitas fisik, tetapi merambat langsung ke struktur biaya perusahaan. Mayoritas responden mengeluhkan peningkatan drastis pada biaya operasional (13,5 persen) imbas dari proses mitigasi mendadak.
Selain itu, kondisi ini juga memicu penurunan angka penjualan secara tajam (11,8 persen) akibat terputusnya rantai pasok dan gangguan pada rute logistik nasional (10,8 persen).
"Dalam menghadapi risiko bencana alam seperti karhutla, erupsi gunung berapi, banjir dan cuaca ekstrem, dukungan apa yang paling Anda (pelaku usaha) harapkan dari pemerintah? Ini kita tanyakan kepada responden kita yang mana yang paling dibutuhkan itu paling tinggi itu 22,4 persen adalah sistem peringatan dini, ini yang paling dibutuhkan," kata Fakhrul Fulvian.