Namun, perseroan menyadari nama kereta api memiliki ikatan emosional dan nilai sejarah yang kuat bagi para penumpang.

"Ternyata banyak sekali masukan yang memiliki hubungan yang sangat erat dengan layanan, operasi, maupun sejarah perkeretaapian ini, sehingga kita memutuskan untuk dikembalikan. Yang penting bagi pelanggan sebenarnya adalah melihat relasi keretanya dari mana ke mana, baru melihat layanan kereta berdasarkan namanya," jelas Anne.

Sebelumnya, rencana penyederhanaan nama kereta ini sempat ramai di media sosial. Melalui unggahan di akun Instagram @kai121_, KAI sempat menyampaikan alasan di balik rencana penyesuaian penamaan tersebut.

"Penyederhanaan nama kereta api bukan sekadar perubahan penamaan. Hal ini merupakan bagian dari upaya KAI menghadirkan informasi perjalanan yang lebih sederhana dan mudah dikenali," tulis KAI dalam unggahannya, Minggu (1/11).