NADIKABAR.COM — Kemenangan Partai Demokrat di sejumlah negara bagian yang selama puluhan tahun dikuasai Partai Republik menandai pergeseran besar dalam politik Amerika Serikat sekaligus memberi pukulan telak bagi Presiden Donald Trump.
Salah satu contoh kemenangan dahsyat Partai Demokrat yang menggulingkan Partai Republik dari kekuasaan adalah di Kansas. Negara bagian itu berhasil direbut Partai Demokrat setelah selama hampir satu abad dikuasai Partai Republik.
Begitu pula dengan Texas yang selama ini menjadi basis kekuatan partai berlambang gajah tersebut.
Berkat rentetan kemenangan itu, Partai Demokrat kini memegang kendali atas Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives) dan Senat.
Mereka akan mampu menghambat berbagai agenda Trump serta meluncurkan berbagai penyelidikan terhadap pemerintahannya. Upaya pemakzulan (impeachment) ketiga yang bersejarah juga berpotensi menjadi kenyataan.
Hanya sedikit orang yang membayangkan hasil seperti itu mungkin terjadi mengingat Trump menjadi presiden dengan dukungan penuh Partai Republik yang menguasai Kongres pada Januari 2025.
Dalam komentarnya kepada CBS, yang merupakan mitra BBC di AS, Trump berjanji mencapai kesepakatan dengan anggota Kongres dari Partai Demokrat. Dia menambahkan bahwa dirinya tidak ingin menghabiskan dua tahun terakhir masa jabatannya untuk menolak rancangan undang-undang mereka.
Namun, dia kemudian mengunggah foto ke Truth Social yang menampilkan topi bisbol merah khasnya dengan tulisan "veto".
Trump kemudian mencatat bahwa namanya tidak ada dalam surat suara tahun ini. Jika ada, menurutnya, Partai Republik akan meraih kemenangan telak.
Trump telah membantu mendongkrak popularitas banyak kandidat Partai Republik, dan mewanti-wanti para pemilih untuk memilih kandidat partai tersebut seolah-olah dirinya akan mencalonkan lagi sebagai presiden.
Di Senat, Partai Demokrat berhasil merebut setidaknya enam kursi, mengamankan kursi mayoritas.
Adam Hamilton menang di Kansas, sebuah negara bagian yang terakhir kali memilih seorang kandidat Partai Demokrat untuk kursi Senat pada 1932.
James Talarico mengalahkan kandidat Partai Republik, Ken Paxton, dalam pemilihan Senat Texas. Talarico mengakhiri kekalahan beruntun Partai Demokrat selama 38 tahun dalam pemilihan tingkat negara bagian.
Di Negara Bagian South Carolina, Annie Andrews mengalahkan Darline Graham, yang telah ditunjuk untuk menduduki kursi tersebut setelah kematian saudara laki-lakinya, Senator Lindsey Graham. Beberapa bulan yang lalu, hanya sedikit analis yang memperkirakan kursi itu akan diperebutkan.