Kawasan tersebut merupakan habitat berbagai jenis burung dan sebelumnya menghadapi kendala suara mesin kapal konvensional yang berpotensi mengganggu ekosistem saat digunakan untuk membawa wisatawan.

Dengan kapal listrik, masyarakat dapat mengembangkan wisata susur mangrove atau mangrove ecotrip dengan gangguan suara yang lebih rendah. Kegiatan tersebut sekaligus memberikan sumber pendapatan tambahan bagi nelayan, dengan penerimaan hingga Rp350.000 untuk setiap perjalanan.

Program KENALI juga mencakup pengelolaan lingkungan pesisir. Bersama TPS3R Desa Kelan, masyarakat mengelola 183 kilogram sampah rumah tangga yang sebelumnya berpotensi mencemari kawasan laut dan pesisir.

Pemberdayaan juga diarahkan kepada keluarga nelayan melalui pelatihan literasi keuangan dan pendampingan usaha bagi para istri nelayan. Pelatihan tersebut antara lain membantu masyarakat mengembangkan produk olahan hasil laut agar memiliki nilai tambah.

Salah seorang penerima manfaat, Luh, mengatakan pendampingan yang diterimanya membantu meningkatkan pemahaman mengenai pengemasan dan identitas produk olahan ikan yang dikembangkannya.