Tidak ketinggalan, kata dia, kerjasama juga akan dilakukan terhadap Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan. Pasalnya, ia menyebut program ini juga akan menyasar kepada para pecandu narkoba yang menjalani rehabilitasi.

"Kita latihkan secara soft skill, sehingga masyarakat kita yang pada hakikatnya berkebutuhan tadi dalam hal pekerjaan, itu bisa kembali produktif setelah dilatihkan secara soft skill tadi. Ini prinsip daripada Poliran," tuturnya.

Suyudi berharap dengan adanya inisiatif tersebut akan dapat menekan angka pengangguran sehingga tidak berdampak pada peningkatan aksi kriminal maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Harapannya bagaimana masyarakat kita yang pengangguran, termasuk yang berkebutuhan karena pascarehabilitasi belum mendapat pekerjaan, ini bisa dipekerjakan sehingga bisa produktif, sehingga angka kriminalitas bisa menurun, situasi kamtibmas bisa kondusif. Itu semangatnya," ujarnya.