Como mengontrol pertandingan, nyaman menguasai bola dan berkreasi, dan 'mencekik' MU lewat pressing-nya. MU tak pernah benar-benar keluar dari tekanan itu.

MU awalnya mengantisipasi ide Como untuk memenuhi lini tengah dan memainkan bola ke lebar lapangan. Ternyata Como sedikit mengubah taktiknya dan bermain lebih sentral.

Como memanfaatkan area-area half-space dan pertukaran posisi yang cair dari para penyerang serta gelandangnya, untuk membuka ruang. Pressing yang tak terlalu agresif dari MU turut 'membantu' Como menerapkan ini dengan mudah.