"Karena banyak orang yang manjat gunung itu, itu bawa rokok dan bakar.?. Karena bikin bakar aja nggak terkendali jadi kebakaran. Sementara ini menurut saya tunda dulu, karena tidak semua orang disiplin ya," tutur Dedi.
Bukan hanya kawasan pegunungan, Dedi juga menyoroti potensi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah. Ia meminta pemerintah kabupaten dan kota meningkatkan langkah mitigasi untuk mencegah api muncul dan meluas.
"Kalau TPA kan bupati-bupatinya harus segera tanggap di lingkungan TPA-nya masing-masing. Kalau menurut saya sih, hindarkan orang bawa korek api dan rokok ke tempat TPA," jelas dia.
Peringatan Dedi muncul di tengah meningkatnya jumlah kejadian karhutla di Jawa Barat. Berdasarkan data BPBD Jawa Barat hingga 24 Agustus 2026, sebanyak 132 kejadian tercatat di 91 kecamatan dan 153 desa maupun kelurahan.