Menurut Andi, kondisi tersebut dapat terjadi karena asap karhutla dapat terbawa angin ke wilayah lain sehingga meningkatkan risiko gangguan pernapasan.

"Kenapa Kalimantan Utara bisa peningkatan kasus? Ya karena asap ini kan bertiup ke provinsi sebelahnya begitu sehingga menimbulkan risiko dan kejadian daripada ISPA ini," jelasnya.

Jika dibandingkan dengan data 2025, sistem surveilans Kemenkes menunjukkan adanya peningkatan kasus ISPA di seluruh provinsi di Kalimantan pada 2026. Andi menyebut terdapat 63 kabupaten/kota yang mengalami peningkatan kasus ISPA pada 2026.