NADIKABAR.COM — Ketua Satgas MBG Kabupaten Boyolali, M. Syawalludin, menyatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab keracunan yang terjadi di SMP di Selo. Namun, ada dugaan kasus keracunan terjadi karena alergi udang.

"Kita menunggu hasil Lab ya, tapi sementara prediksi potensinya ada di menu, alergi di udang kayaknya. Tapi pastinya kita menunggu hasil Lab dulu," kata Syawalludin kepada NadiKabar dihubungi melalui telepon selulernya Jumat (11/9/2026).

Saat ini, menu MBG yang disantap korban telah dibawa ke laboratorium untuk dicek. Pihaknya masih menunggu hasil pengecekan untuk memastikan penyebab keracunan.

Syawalludin yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali itu mengungkap kondisi siswa yang mengalami keracunan sudah berangsur membaik. Termasuk tiga siswa yang harus menjalani opname atau rawat inap di Puskesmas Selo.

"Yang tiga (siswa) yang kemarin masuk (opname di Puskesmas Selo) sudah berangsur baik. Insyaallah semoga hari ini sudah bisa keluar, karena saya tanya tadi adik-adik sudah membaik semua," ungkapnya.

Sementara itu Kepala Puskesmas Selo, Aris Prasetyo, mengatakan dari 3 siswa yang menjalani rawat inap, hingga siang ini tinggal satu yang masih opname. Sedangkan 2 anak sudah diperbolehkan pulang dan rawat jalan.

Satu siswa yang masih rawat inap tersebut, jelas dia, dari siswa SMP Negeri 1 Selo. Siswi itu masih mengeluhkan pusing dan tenggorokan nyeri untuk menelan.

"Ini sudah pulang 2, tinggal 1 siswa yang masih kami obati (opname)," kata Aris Prasetyo.

Sebelumnya, puluhan siswa SMP di Kecamatan Selo diduga keracunan menuMBG. Tiga siswa di antaranya harus menjalani rawat inap di Puskesmas Selo.

"Informasi dari Puskesmas Selo, ada 34 anak yang bergejala. Terdiri 33 anak dari SMP 1 dan satu anak dari SMP 2," kata Camat Selo, Eko Dodi Apriyanto, dikonfirmasi wartawan melalui telepon, Jumat (11/9).

Dia menyebut anak-anak tersebut mengeluhkan gatal-gatal, mual, muntah, sakit perut, mules dan pusing. Gejala tersebut mulai dirasakan para siswa di wilayah lereng Gunung Merapi dan Merbabu itu pada Kamis (10/9) siang hingga sore kemarin.

Pihak Puskesmas Selo telah mendatangi sekolah dan melakukan pemeriksaan kepada para siswa yang mengeluhkan gejala tersebut. Dari hasil pendataan pihak Puskesmas, dari siang hingga sore hari kemarin terdapat 34 anak yang mengalami gejala dugaan keracunan tersebut.