"Kita enggak usah ke yang lain. Di pesantren ini saja itu sudah hampir setahun dari SPPG yang sama dan tidak ada persoalan ya. Nah, baru kali ini yang mungkin ada persoalan," jelasnya.

Dari informasi yang diterimanya, dua menu yang paling banyak dikeluhkan para santri adalah telur dan sayuran.

"Nah, baru kali ini yang mungkin ada persoalan. Tadi kita tanya penyebabnya itu yang dominan di dua menu ya. Telur dan sayuran. Di dua menu itu yang dominan, telur dan sayuran," tuturnya.

Ia menduga persoalan bisa berkaitan dengan proses pengolahan makanan maupun waktu konsumsi yang tidak sesuai dengan ketentuan dalam petunjuk teknis (juknis).

"Ini pasti apakah proses masaknya atau jadwal makannya yang tidak sesuai dengan ketentuan yang ada di juknis ya, seperti itu. Tapi mungkin tidak sesuai semua itu dikasih label harus dimakan jam berapa kita enggak tahu," pungkasnya.